OHSC Batch 3 Series 4 “One Health: Penelitian Kesehatan dengan Open Data Collect dan Peta Dasar”

One Health Collaboration Center Universitas Cenderawasih pada Jumat, 10 Juni 2022 telah melaksanakan kegiatan OHSC Batch 3 Series 4 yang mana merupakan kelanjutan dari Series 3. Acara dengan tema “One Health: Penelitian Kesehatan dengan Open Data Collect dan Peta Dasar” ini tidak hanya dilaksanakan secara online melainkan juga secara Offline di gedung Aula Fakultas Kesehatan Masyarakat, Uncen.

OHSC Batch 3 Series 4 yang dipandu oleh Agustina R. Yufuai, SKM, M. Kes sebagai moderator, menghadirkan para narasumber yang tidak hanya memiliki kepakaran dalam bidang kesehatan, melainkan juga di bidang teknologi berupa aplikasi. Kedua pemateri tersebut adalah Katarina L. Tuturop, S. KM, M.Kes(Epid) dosen Epidemiologi, FKM dan Herberth Innah Ph, D dosen Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih.

Agustina R. Yufuai, SKM, M. Kes saat memandu kegiatan OHSC Batch 3 Series 4

Jumlah peserta OHSC yang hadir secara Offline sekitar 19 orang dan Online sebanyak 32 audiens. Kegiatan yang dijalankan pada (10/06/22) ini juga dihadiri oleh Niken Salindri, S. Gz  perwakilan dari Indonesia One Health University Network. Pada pembukaan kegiatan OHSC Batch 3 Series 4 moderator manyampaikan bawah di kesempatan kali ini, para anggota OHSC tidak hanya belajar mengenai penelitian kesehatan melainkan juga akan mempraktekan langsung pembuatan peta dasar melalui aplikasi ODK.

Sebagai pemateri dalam kegiatan OHSC Katarina Tuturop menyampaikan bawah “Penelitian kesehatan merupakan salah satu, rancangan penelitian atau project yang memerlukan suatu landasan yang jelas, serta metode untuk menghasilkan luaran dari tujuan yang ingin dicapai. Penggunaan metode tertentu bertujuan mengumpulkan data yang valid dan terbaru. Hal ini adalah dasar dari kegiatan penelitian dalam memperoleh suatu informasi dari sebuah populasi. Yang mana dapat diolah menjadi sebuah tulisan karya ilmiah baik itu berupa Jurnal, Scripsi atau artikel kesehatan yang dapat dipertanggung jawabkan.

Dosen Epidemiologi ini mengatakan bawah “Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan suatu kegiatan penelitian. Diantaranya kondisi di lokasi pengambilan data, kepada siapa arah penelitian kesehatan ini ditujuhkan, serta bagaimana penulisan kalimat ilmiahnya sehingga mudah dipahami ketika dilaporkan ataupun di Update baik dalam bentuk artikel, jurnal, atapun scribsi.

Herberth Innah Ph, D Dosen Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih.

“Salah satu dari metode yang sering dipakai oleh para tenaga kesehatan dalam upaya mendapatkan data terbaru dikalangan masyarakat adalah penggunaan kusioner. Kusioner merupakan rangkaian pertanyaan terkait masalah kesehatan yang dirangkum dan dibagikan kepada beberapa masyarakat tertentu dengan tujuan pengambilan data. Cara ini seringkali memakan banyak kertas, seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi. Banyak aplikasi yang sengaja dibuat guna membantu mempermudah proses penelitian kesehatan, salah satunya aplikasi ODK (Open Data Collect)” Ujar Herberth Innah, Ph. D

“ODK (Open Data Collect) adalah aplikasi untuk mempermudah para peneliti dalam mengkases kusioner secara Online, tanpa harus bersusahpaya membagikan kusioner dalam bentuk kertas. Selain itu, melalui ODK peneliti dapat mengkases lokasinya pada saat melakukan pengumpulan data. Akses lokasi ini tidak lepas dari penandaan titik-titik kordinat yang berhubungan erat dengan mengupdate lokasi dari penelitian terkini. Aplikasi ODK merupakan salah satu dari teknologi yang dikembangkan dalam pembuatan peta dasar”. Ujar Herberth Innah, Ph. D

Kegiatan ini, kemudian dilanjutkan dengan praktek langsung pembuatan peta dasar yang diajari oleh Herberth Innah, Ph. D dimana masing-masing peserta di arahkan mengambil titik kordinat di luar ruangan Aula FKM. Para peserta OHSC yang hadir siang itu melakukan praktek langsung pengambilan titik kordinat disekitar lingkungan Kampus FKM Uncen dengan sangat antusias.

penyampaian materi tersebut tidak hanya memperluas wawasan para peserta OHSC tetapi juga menambah ketertarikan mereka pada aplikasi ODK. Yang mana sangat membantu dalam penelitian kesehatan, keingintahuan peserta bisa di lihat pada saat mereka aktif bertanya terkait aplikasi ODK beberapa diantarannya adalah Nimbrot Walianggen, Fransiskus Keiya dan Della Womsiwor. Pertanyaan-pertanyaan tersebut ditanggapi dengan baik oleh para narasumber.

Seluruh rangkaian acara ini kemudian, ditutup dengan beberapa penyampaian informasi dari koodinator OHCC Uncen Dr. Inriyanti Assa Beliau menyampaikan bawah kegiatan OHSC Batch 3 Series 5 dijadwalkan akan dilaksanakan secara ofline pada Jumat 24 Juni 2022 di salah satu Kampung di Daerah Skouw.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.