One Health Workshop “Penanganan Tuberkulosis (TB) di Provinsi Papua”

One Health Workshop mengenai “Penanganan Tuberkulosis (TB) di Provinsi Papua” yang dilaksanakan OHCC Uncen pada Kamis, 21 Juli 2022 lalu, merupakan salah satu dari program langka awal penanganan masalah kesehatan atau lebih spesifiknya menyangkut  penyakit TB. Kegiatan tersebut mengahadirkan tiga orang narasumber dengan kepakaran dalam bidangnya masing-masing. Workshop yang dilaksanakan secara hibrid pada hari Kamis lalu di Hotel Horison Abepura Jln. Padang – Bulan Waena Jayapura, Papua dihadiri sejumlah peserta dari Instansi – instansi dan sejumlah mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Uncen dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih, dengan sejumlah peserta yang hadir ada 16 orang.

Pembukaan kegiatan Workshop dibuka secara resmi oleh Koordinator OHCC Uncen Dr. Inriyanti Assa. Mengawali Opening One Health Workshop sebagai perwakilan pejabat dari Universitas Cenderawasih bapak Dr. Fredrik Sokoy, S. Sos., M. Sos Pembantu Rektor IV memberikan beberapa kata sambutan membuka kegiatan serta menyemangati para peserta yang hadir pada acara tersebut.

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu dari tantangan yang menghambat pembangunan Indonesia karena 75% pasien TB adalah kelompok usia produktif, 15-54 tahun. Lebih dari 25% pasien TB dan 50% pasien TB-RO, berisiko kehilangan pekerjaan mereka karena penyakit ini. Menurunnya produktivitas atau kehilangan pekerjaan akibat kecacatan, pengeluaran biaya medis, dan biaya langsung non-medis seperti biaya transportasi dan nutrisi berkontibusi pada beban ekonomi rumah tangga orang dengan TB. Penanganan terhadap TB bisa dilakukan dengan suatu jastibinasi khusus, mulai dari pengumpulan data kasus diasnotik sampai dengan pengobatannya. Tutur Dr. dr. Endrikus MB. Bolly, M. Si, SpBS, FICS AIFO-K

Menurut Dr. Karya Saini, SKM., M. MT Penanganan TB bisa dimulai dengan memprioritaskan pengobatannya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menangani penyakit ini, diantaranya itu dengan mengenali gejala, cara penularannya hingga bagaimana program pengobatan TB. selain dari penjelasan tersebut ada satu hal lain yang perlu diperhatikan yaitu aturan utama saat mengomsumsi obat TB. Dimana saat mengikuti program penanganan, pasien TB wajib untuk meminum obat yang telah diresepkan oleh dokter hingga habis.

Penangan TB tidak hanya dilakukan oleh para tenaga medis di daerah-daerah maju melainkan juga di beberapa kabupaten dan kampung-kampung pedalaman Papua, salah satunya di kabupaten Jayawijaya.  Berbeda dengan kota-kota besar penanganan TB yang dilakukan oleh para tenaga medis dilapangan sering kali menemukan beberapa kendala diantaranya itu kondisi kampung-kampung yang jauh dan susah dijangkau baik dengan jalan kaki ataupun dengan kendaraan beroda dua dan empat, menyebabkan para tenaga medis di tempat ini menggunakan transportasi helikopter saat menjalankan tugas di daerah tersebut. Saat menerangkan kondisi lapangan dr. Maria Rumateray berbagi sedikit pengalamannya ketika menjalankan tugas disana terkait penanganan TB.

Penyampaian materi dengan topik-topik menarik dari para narasumber yang pakar dalam bidangnya masing-masing, menimbulkan adanya rasa ingin tauh pada peserta. Keingintahuan tersebut menjadi patokan mereka mengajukan pertanyaan beberapa diantaranya itu ialah Steny Korwa, Febiola dan Alex Rumaseb. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan Games yang telah dipersiapkan oleh panitia penanggung jawab One Health Workshop "Penanganan Tuberkulosis (TB) di Provinsi Papua”

Game yang dipersiapakan seputar dari topik utama yaitu TB dengan mekanisme cara mainnya mengarah pada permasalahan penanganan masalah TB. Mulai dari diagnosis, langka pencegahan penularan, pengobatannya hingga pada bagaimana cara bekerja sama menangani masalah TB dengan melibatkan Instansi - instansi yang bergerak di bidang tersebut. Games ini diikuti oleh para peserta dengan antusias, melalui cara bermain seperti ini bisa dilihat bahwa seluruh peserta yang hadir siang itu, menyimak penjelasan dari setiap narasumber saat mereka menyampaikan materinya masing-masing.

Kegiatan yang dilaksanakan pada siang hari itu berjalan dengan baik dan  dipandu oleh Agustina R. Yufuai, SKM, M. Kes walaupun ada beberapa peserta undangan yang tidak hadir siang itu tidak mematahkan semangat sebagian orang yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan Workshop. Panitia yang bertugas siang di acara tersebut ialah Herberth Innah, Ph. D selaku operator, I Dewa G. A. Subratha sebagai kameramen, Widyawati R., SKM dan Olivia Sawias.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.